MARKETING KAKI LIMA


“Aktivitas pemasaran adalah proses berkesinambungan…”

Anda mungkin bertanya-tanya apakah system pemasaran terorganisir dan mapan seperti halnya di perusahaan besar dapat diterapkan untuk usaha Anda yang sederhana? Jawabnya adalah ya! Bahkan pemikiran ini harus sudah ada sejak awal usaha dibangun. Seringkali orang menafsirkan aktivitas pemasaran secara naïf dan sempit.

Proses pemasaran sudah dimulai ketika produk mulai dibuat. Ketika sebuah perusahaan merencanakan untuk mengeluarkan suatu produk, survey pasar dan kompetitor merupakan hal mutlak yang harus dilakukan. Segmen mana yang harus dibidik? Bagaimana memenuhi kebutuhan segmen tersebut? Apakah harga yang Anda patok sudah sesuai denngan daya beli segmen pasar yang dibidik? Apakah Anda akan mendapatkan keuntungan yang memadai dengan harga tersebut? Kompetitor mana saja yang membidik segmen pasar serupa? a competitor menyediakan kebutuhan konsumen mereka? Bagaimana usaha promosi yang merreka lakukan? Survei semacam ini akan membantu pengusaha untuk memetakan pasarnya secara lebih akurat sekaligus menempatkan posisinya di antara para kompetitor yang ada.

Aktivitas pemasaran adalah proses berkesinambungan. Setelah survei dilaksanakan, perencanaan sudah cukup matang, usaha promosi sudah dilakukan, dan konsumen Anda sudah “mengonsumsi” produk yang Anda buat, tidak berarti kemudian proses pemasaran itusudah selesai. Anda harus melihat bagaimana tanggapan konsumen, Anda perlu memperhatikan kritik dan saran mereka. Tidak berhenti di situ, Anda harus mampu mengembangkan produk secara lebih baik sekaligus memelihara konsumen yang sudah adadan memastikan bahwa mereka kembali lagi, bahkan kalau bisa membawa konsumen baru. Inilah pemasaran!

STRATEGI PEMASARAN

Tidak ada salahnya jika kita mencari tahu tik pemasaran melalui teori-teori pemasaran yang ada. Terdapat tiga komponen dalam strategi pemasaran, yakni segmentasi pasar (segmenting), pembidikan pasar (targeting), dan penetapan posisi pasar (positioning).

  1. Segmentasi Pasar

Pasar terdiri dari berbagai jenis konsumen yang memiliki perbedaan dalam berbagai hal. Perbedaan ini muncul karena setiap konsumen memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda pula. Konsumen anak muda membutuhkan sesuatu yang berbedadengan konsumen manula. Konsumen dari kelas ekonomi atas membutuhkan hal yang berbeda dengan konsumen dari kalangan menengah ke bawah. Bahkan apabila dilihat dari segi gender, konsumen laki-laki memiliki kebutuhan yang berbeda dengan konsumen wanita. Karena perbedaan kebutuhan inilah kemudian tercipta program pemasaran yang berbeda untuk setiap jenis konsumen. Inilah prinsip segmentasi pasar dalam pemasaran.

Mensegmentasi pasar berarti membagi pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli khas yang mungkin membutuhkan produk dan pemasar harus mencoba menggali bebrbagai variable yang berbeda-beda hingga Anda menemukan variabel segmen pasar yang sesuai bagi usaha Anda. Ada beberapa variabel yang dapat dikemukakan pada tulisan ini, dapat dipakai untuk mensegmentasi pasar seperti variabel geografi, demografi, psikografi, dan perilaku.

  1. Segmentasi Geografis

Segmentasi geografis berarti membagi pasar menjadi unit geografis yang berbeda-beda seperti bangsa, daerah, kota, desa, dan sebagainya. Apabila Anda memiliki usaha yang berada di beberapa wilayah berbeda,mka Anda harus memahami kebutuhan konsumen di setiap wilayah usaha Anda.

  1. Segmentasi Demografis

Segmentasi demografis berarti membagi pasar menjadi beberapa kelompok berdasarkan variabel demografis seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya.

Faktor demografis merupakan faktor yang paling serin ng menjadi pertimbangan ketika pengusaha berusaha mensegmentasi pasarnya. Hal ini bukan tanpa alasan. Kebutuhan dan keinginan pelanggan akan sangat erat berkait dengan faktor demografis. Bahkan ketika segmen pasar sudah ditentukan berdasarkan berbagai faktor lainnya, karakteristik demografis pasar harus diperhatikan agar dapat menjaring pasar dengan efisien.

  1. Segmentasi Psikografis

Segmentasi psikografis membagi pasar menjadi kelompok berbeda berdasarkan gaya hidup atau kepribadian. Sebagai pengusaha, apa pun bidang usaha Anda, cobalah Anda amati apa yang secara psikologis dapat menyenangkan konsumen. Konsumen Anda dapat berasal dari kelompok demografis yang sama, yetapi mereka bisa jadi memiliki profil psikkologis yang berbeda. Hal ini merupakan tantangan yang menarik bagi setiap pengusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan psikologis konsumennya. Dengan melakukan hal ini, Anda telah mempersiapkan para konsumen Anda untuk menjadi pelanggan yang loyal.

  1. Segmentasi Perilaku

Segmentasi perilaku adalah pengelompokan pasar berdasarkan pengetahuan, sikap, atau tanggapan mereka terhadap produk. Banyak pengusaha menggunakan ini sebagai dasar untuk membentuk segmen pasar bagi usaha mereka. Anda juga dapat melihat perilaku membeli dari para konsumen. Tidak jarang pembeli yang merasa puas akan datang kembali dan membeli lebih banyak dibandingkan waktu-waktu sebelumnya. Dengan mengamati perilaku dan tanggapan konsumen, Anda dapat menentukan segmen pasar yang paling efektif bagi usaha Anda.

  1. Membidik Pasar

Pada dasarnya pembidikan pasar adalah proses mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen dan memilih satuatau beberapa segmen pasar yang dinilai paling efektif dan profitable. Jadi baiklah, saat ini Anda mungkin sudah menetapkan beberapa segmen pasar yang Anda rasa sesuai. Segmentasi yang Anda buat menunjukkan peluang pasar bagi usaha Anda. Setelah itu, untuk mengefektifkan pemasaran Anda, Anda dapat mengevaluasi satu atau beberapa segmen pasar yang Anda perkirakan akan lebih menguntungkan bagi usaha yang Anda jalankan.

  1. Menetapkan Posisi Pasar

Yang dimaksud dengan menetapkan posisi pasar adalah mengembangkan posisi bersaing bagi produk dan bauran pemasaran yang tepat. Para pengusaha dan pemasar dapat menggunakan berbagai strategi penetapan posisi. Anda sebagai pengusaha dapat memosisikan produk Anda berdasarkan atribut tertentu, seperti harga, kebutuhan yang dapat dipenuhi, manfaat yang dapat ditawarkan, atau kelas pengguna tertentu.

Dengan mengetahui peluang Anda di pasar, Anda dapat menetapkan posisi pasar yang dinilai dapat membawa keuntungan bagi usaha Anda.

NILAI-NILAI DALAM PEMASARAN

Terdapat tiga nilai utama yang harus Anda perhatikan dalam pemasaran usaha.

  1. Apa pun bisnis yang Anda jalankan, Anda harus memandangnya sebagai bisnis jasa.
  2. Setiap orang yang ada di dalam usaha Anda harus terlibat dalam proses pemuasan pelanggan.
  3. Dari  pemuasan pelanggan, Anda harus mengembangkan merek. Tidak jarang merek dipandang lebih penting dari produk.

Mari kita lihat satu per satu dari nilai-nilai di atas.

Yang pertama adalah memandang bisnis Anda sebagai bisnis jasa. Ketika Anda menjual berbagai produk peralatan dapur atau barang pecah belah, jangan berpikir bahwa konsumen datang hanya untuk membeli barang yang Anda jual. Memang mereka mungkin akan membeli penggorengan, talenan, atau panci.

Tetapi yang pasti, mereka juga membali pelayanan Anda. Ada sebuah ungkapan menarik dalam masyarakat Cina demikian, ”Jangan berani membuka toko/ usaha apabila Anda tidak bisa tersenyum!”. Prinsip ini menunjukkan bahwa mereka mengerti ketika mereka akan membuka sbuah usaha, yang paling penting jusrtu bukan berapa stok barang yang mereka punya, tetapi apakah sudah mampu bersikap ramah terhadap para konsumen. Inilah bisnis yang sesungguhnya! Ketika Anda melihat usaha yang Anda jalankan sebagai bisnis jasa, Anda akan bersiap diri untuk selalu ramah terhadap konsumen sekalipun mungkin mereka mengajukan komplain. Apabila Anda pernah berbicara dengan pengusaha yang bergerak di bidang jasa penginapan/ perhotelan, Anda akan menemukan satu prinsip yang selalu mereka pegang teguh, “Tamu selalu benar!”.

Nilai yang kedua berbicara mengenai keterlibatan seluruh anggota perusahaan Anda dalam proses pemuasan pelanggan. Jika Anda sebagai pengusaha memandang bahwa pemuasan pelanggan hanya menjadi tugas bagian pemasaran, maka Anda akan melihat orang-orang bagian pemasaran di perusahaan Anda mundur dengan teratur.

Harus dicantumkan baik-baik bahwa di dalam bisnis apa pun, semua orang pada dasarnya adalah pemasar! Anda sebagai pemilik usaha dan semua pegawai yang ada di perusahaan Anda bertanggung jawab agar konsumen merasa puas atas pelayanan dan produk yang diterimanya. Jika tidak demikian, maka nasib usaha Anda hanya akan menghitung hari. Jadi semua akan sangat tergantung dari kerjasama semua pihak yang ada dalam bisnis Anda.

Nilai yang ketiga adalah membangun merek atau brand. Apakah sebenarnya merek itu? Kotler  mendefinisikannya sebagai sebuah nama, istilah, tanda, simbol, atau desain, atau perpaduan antara berbagai hal tersebut, yang bertujuan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari suatu usaha, yang membedakannya dari pesaingnya. Membangun merek bukan hal mudah karena melibatkan berbagai unsur dan merek yang Anda buat harus mampu membedakan produk Anda dari produk sejenis milik pesaing. Untuk usaha kakilima, paling tidak terdapat 3 kondisi yang mendukung merek yang Anda bangun:

  1. Produk Anda mudah diidentifikasikan oleh merek yang Anda ciptakan.
  2. Produk dipandang memiliki nilai terbaik untuk harga yang dipatok.
  3. Kualitas dan standar produk dapat dengan mudah dipelihara dan dipertahankan.

Dari pemasaran tersebut di atas, tampak jelas adanya hubungan yang saling terkait antara pemilik perusahaan, pelanggan, dan karyawan. Pemasaran adalah suatu konsep bisnis strategis yang dapat memberikan kepuasan berkelanjutan untuk ketiga nilai tersebut.

MEMENANGKAN dan MEMELIHARA PELANGGAN

Siapakah sebenarnya pelanggan itu? Secara sederhana kita dapat mendefinisikan pelanggan sebagai orang yang datang membawa keinginannya kepada kita. Adalah tugas kita sebagai pengusaha untuk menangani keinginan-keinginan tersebut sedemikian rupa sehingga menguntungkan mereka dan kita. Upaya untuk menghargai pelanggan pada dasarnya sudah dapat dimulai jauh sebelum mereka datang, menelepon, menyurati, atau membuat janji bertemu. Ketika mereka datang, maka kontak pertama merupakan saat yang sangat menentukan apakah mereka akan kembali atau Anda akan kehilangan mereka. Untuk membuat kontak pertama ini berhasil, terdapat beberapa strategi yang dapat kita lakukan:

  1. 1. Begitu Anda melihat seorang pelanggan, jangan lalaikan dia.

Kemungkinan Anda akan kehilangan pelanggan adalah bila pelanggan sampai merasa bahwa Anda tidak menyadari atau tidak memedulikan kehadirannya di tempat Anda. Alangkah baiknya jika Anda sempat menanyakan nama mereka dan sebisa mungkin ingatlah mereka sebagai pelanggan Anda.

  1. 2. Usahakan untuk segera menjawab panggilan telepon dan bersikaplah sopan.

Setiap orang akan merasa dihargai jika ia ditanggapi dengan cepat. Begitu pula dengan pelanggan yang menelepon Anda. Usahakanlah untuk segera menjawab panggilan telepon yang datang dan berbicaralah dengan sopan. Jika pelanggan menelepon sementara Anda sedang sibuk, maka mintalah maaf dan tanyakan apakah ia bersedia menelepon kembali nanti. Jangan lupa ucapkanlah terima kasih di akhir percakapan kepada setiap pelanggan yang menelepon Anda.

  1. 3. Jika pelanggan telah membuat janji dengan Anda pada jam tertentu, usahakanlah datang tepat waktu.

Menunggu merupakan pekerjaan paling membosankan di dunia. Oleh karenanya, jangan membuat pelanggan Anda menunggu, terutama bila ia sudah membuat janji dengan Anda. Hal ini akan membuat pelanggan Anda merasa dibutuhkan dan mereka akan menghargai Anda karena hal tersebut.

  1. 4. Lakukanlah persiapan agar sebelum pelanggan bertanya kepada Anda, Anda sudah mengetahui jawabannya.

Pelanggan menghargai  pengusaha yang cerdas. Kuasailah seluruh seluk beluk usaha Anda, mulai dari hal-hal sepele hingga masalah-masalah yang kompleks. Bukankah akan lebih memuaskan apabila Anda dapat menjelaskan kepada pelanggan secara jelas mengenai usaha Anda? Tentu dalam hal ini ada batas-batas tertentu yang tidak dapat Anda paparkan kepada pelanggan. Tetapi paling tidak, ketika pelanggan ingin tahu mengenai masalah-masalah yang umum dalam usaha Anda, Anda dapat menjawabnya secara elegan dan meyakinkan.

  1. 5. Buatlah mereka merasa senang karena menjadi pelanggan Anda.

Membuat orang senang adalah pekerjaan utama kita sebagai pengusaha dan ini dapat dimulai dari hal yang sangat sederhana. Mengucapkan salam ketika ada pelanggan yang datang dan mengucapkan terima kasih ketika mereka akan meninggalkan tempat usaha Anda merupakan salah satu usaha agar mereka senang karena menjadi pelanggan Anda. Anda dapat menerapkan berbagai metode lain. Yang paling penting, utamakanlah kepentingan pelanggan, dan mereka akan kembali kepada Anda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s


%d bloggers like this: