Pelatihan Yang berhasil

Pelatihan yang berhasil

Proses pelatihan berhasil karena didasarkan pada hubungan satu lawan satu dan dialog interaktif yang menuntut keterampilan komunikasi tingkat tinggi. Proses ini juga menuntut disiplin yang tinggi, dalam arti focus pelatihan labih pada kesempatan dan masalah actual.

Selama berlangsungnya proses pelatihan, di samping menghadapi tantangan baru, bawahan mengambil tanggung jawab pembelajaran dan sasaran yang ditentukan dalam situasi baru. Dalam lingkungan proses pelatihan yang secara relative terlindung dalam arti atasan hadir untuk meminimalkan ancaman belajar dari luar, ide yang baru dan kreatif. Pada gilirannya akan membangkitkan perubahan lebih lanjut pada tanggung jawab, kesadaran, sikap, dan perilakunya, disamping pengembangan kesesuaian dan keluwesan kerja. Terhadap kecenderungan tertentu dalam proses perubahan.

  • · Dari ketergantungan ke otonomi.
  • · Dari ketidaktahuan ke wawasan.
  • · Dari sikap mementingkan diri sendiri ke sikap mementingkan orang lain.
  • · Dari kebutuhan akan kepastian ke toleransi pada ketidakpastian.
  • · Dari rutinitas ke situasi yang lebih kompleks.
  • · Dari citra negatif ke citra positif.

Ciri pelatih yang berhasil

Pelatih yang baik:

  • · Berminat pada pengembangan perorangan
  • · Menggali potensi perorangan
  • · Membantu individu untuk berpikir mandiri
  • · Menunjukkan sikap mudah diduga dan terbuka
  • · Membiarkan individu mengetahui kenyataan yang ia hadapi
  • · Memberikan hak yang dimiliki individu
  • · Membangun dan menunjukkan kepercayaan
  • · Mengambil resiko untuk membantu belajar
  • · Memiliki standar tinggi yang dikomunikasikan
  • · Seorang fasilitator yang baik dalam pembelajaran
  • · Mendorong semangat individu untuk dapat menunjukkan yang terbaik
  • · Memanfaatkan setiap kesenpatan untuk memberikan pelatihan

Atasan perlu membangkitkan kesadaran dirinya bahwa menjadi pelatih merupakan bagian dari tugasnya, dan bahwa peran utamanya adalah membantu bawahan agar dapat berkembang secara professional, serta mampu memikul tanggung jawab tugas yang lebih besar. Atasan juga harus mengembangkan potensi individu untuk dapat menunjukkan kinerja yang berkualitas di tempat kerja.

Bagaimana pelatihan dilaksanakan?

Diberlakukannya perampingan, penyusunan kembali, dan peningkatan spesialisasi organisasi mempengaruhi sikap seorang manajer untk mempertimbangkan kembali gaya manajemennya. Ia perlu memiliki kesanggupan untuk berbagi beban yang semakin berat dengan bawahannya, serta secara terus-menerus mengembangkan sumber daya manusia yang berada dibawah tanggung jawabnyakw suatu tingkat kemampuan dan komitmen yang lebih tinggi.

Perilaku manakah yang dapat dan tidak dapat dilatihkan?

Pelatihan merupakan kegiatan satu lawan satu, pada umumnya diberikan di tempat tugas, dengan tujuan meningkatkan kesediaan dan kemampuan bawahan untuk melaksanakan tugas khusus yang dipercayakan kepadanya oleh atasan, yang selanjutnya diharapkan akan dapat memberikan dorongan dan dukungan. Dalam keterampilan pelatihan terdapat penerapan berbeda-beda yang jumlahnya sama banyak dengan yang dibutuhkan dalam training. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

ü Bila bawahan tergolong pemula dalam suatu pekerjaan atau proyek, misalnya seorang manajer atau penyelia muda dipromosikan untuk memimpin kelompok kerja.

ü Bila bawahan dapat belajar dari proyek yang gagal atau dari sasaran yang belum tercapai, bila semua pihak dapat memetik pelajaran dari bentuk-bentuk kesalahan yang dilakukan.

ü Bila bawahan dapat belajar dari keberhasilan orang lain, misalnya bila proyek kunci terbukti sukses.

ü Bila bawahan menunjukkan kesulitan tertentu dalam suatu pekerjaan dan kebingungan untuk menyelesaikan masalah, misalnya saat yang bersangkutan memerlukan perspektif baru dan solusi yang kreatif.

Konsep diri

Cara seorang memegang cermin ataupun benda-benda yang dipilih untuk dipantulkan dalam cermin mempunyai pengaruh sangat besar atas konsep diri seseorang. Individu mempelajari siapa dirinya dari perlakuan yang ditunjukkan orang-orang penting dalam kehidupannya.

Konsep diri yang baik merupakan factor penting bagi atasan dan anggota staff untuk menjadi komunikator efektif, begitu pula untuk mengalami interaksi sehat dan memuaskan dalam situasi pelatihan. Bila bawahan memiliki konsep diri yang lemah, keadaan ini akan menyimpangkan keyakinannya mengenai apa yang dipikirkan atasan tentang dirinya, serta dapat menimbulkan perasaan kurang aman dan kesulitan dalam berbicara atau mengungkapkan gagasan dan perasaannya tentang pekerjaan. Lemahnya konsep diri bawahan bahkan dapat menimbulkan keraguan kedua belah pihak untuk member atau menerima kritik membangun.

Keterampilan berkomunikasi dalam proses pelatihan

Pelatihan yang berhasil melibatkan banyak komunikasi dan keterampilan perilaku. Seperti :

Komunikasi efektif

Komunikasi merupakan lingkaran ataupun putaran yang melibatkan sekurang-kurangnya dua orang. Dalam berkomunikasi, semua pihak yang terlibat akan menerima dan menyaring respons, serta beraksi dengan pikiran dan perasaaanya.

Komunikasi yang baik merupakan inti dari proses pelatihan, dengan sasaran konsultasi bersama dan kesepakatan antara atasann dan bawahan. Untuk menjadi komunikator yang efektif, atasan dan bawahan perlu mendengarkan bukan saja kata-kata yang diucapkan melainkan bagaimana kata-kata itu diekspresikan, begitu pula isyarat nonverbal yang mengungkapkan dan menunjukkan minat, perhatian, pengertian, dan pertimbangan pada kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi.

Kondisi yang dapat mengganggu komunikasi efektif

Dalam proses pelatihan, kunci keberhasilan adalah adanya kesadaran terhadap semua kondisi yang dapat mengganggu terjadinya komunkasi efektif.

Kondisi yang dapat menghambat dan mengubah niat dari pesan yang akan disampaikan

  • · Kesibukan

Seorang individu yang sedang memfokuskan perhatian pada rangsangan internal akan mendengarkan dengan cara sedemikian sehingga hanya sedikit pesan yang diterima, bahkan mungkin tidak menerimanya sama sekali.

  • · Emosi

Kata-kata mungkin terlalu sarat dengan emosi, tergantung pada kondisi yang mengawali ataupun situasi kehidupan individu pada saat komunikasi.

  • · Rasa benci permusuhan

Kemarahan dapat timbul selama berkangsungnya komunikasi atau mungkin terbawa oleh pengalaman sebelumnya.

  • · Charisma

Seorang individu yang memiliki sesuatu yang penting untuk disampaikan, namun kekurangan charisma, tak mustahil tidak akan mampu mengambil perhatian lawan bicara untuk menyampaikan pesan yang akan dikomunikasikan.

  • · Pengalaman masa lalu

Dapat mempengaruhi penerima informasi untuk tidak mendengarkan. Sebaliknya, individu dengan minat khusus yang disebut agenda tersembunyi dapat mendengarkan semua pesan yang berkaitan dengan kebutuhan pribadi.

  • · Ketidakjelasan

Kurangnya keterampilan verbal dapat mengganggu niat pengirim pesan. Bila penerima pesan tidak menyadari kesulitan yang dihadapi pengirim atau adanya perbedaan budaya, pesan akan budaya akan buyar atau disalahkan mengertikan.

  • · Klise

Dampak visual dari pembicara dapat mengubah persepsi komunikasi. Seseorang yang sangat konvensional mungkin saja menganggap radikal semua upaya komunikasi bila pembicara memiliki penampilan fisik yang tidak konvensional.

  • · Lingkungan fisik

Dapat menciptakan kondisi yang menghambat komunikasi efektif. Keadaan fisik individu dapat merugikan terjadinya komunikasi efektif.

  • · Situasi depensif

Perasaan kurang aman dalam diri seorang individu cenderung mengubah pertanyaan menjadi tuduhan, dan jawaban menjadi pembenaran.

  • · Hubungan dan status

Dua perangkat  pesan, isi dan hubungan. Dapat disampaikan secara bersamaan saat seseorang mencoba berkomunikasi.

posted by : Dharmajaya Indonesia Communication

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s


%d bloggers like this: