Empat tipe perilaku


Pola sangat sederhana, praktis, mudah digunakan dan diingat ini membagi manusia dalam empat tipe perilaku utama.

Tipe dominan pemimpin

Tipe ini berorientasi pada masalah dan menyukai tantangan. Mereka senang berbicara blak-blakan, suka mengawasi atau mengendalikan, berkemauan keras, mandiri, tidak tenang, memusatkan perhatian pada sasaran, cenderung menentang orang sekitar dan praktek-praktek konvensional, serta tidak menyukai rutinitas. Mereka memiliki rasa percaya diri yang besar, citra yang baik tentang diri sendiri serta kekuatan ego yang sangat tinggi. Mereka tidak pernah membiarkan diri dieksploitasi atau dimanfaatkan, dan sangat membenci pribadi-pribadi lemah. Untuk menghindari situasi seperti ini, tipe dominan pemimpin cenderung akan bertindak ekstrem.

Tipe ini menyukai manajemen yang kuat dan memberikan pengarahan, mampu bekerja sendiri dengan cepat dan mengesankan

Tipe interaksi sosialisasi

Tipe ini senang berbicara, popular, pandai meyakinkan orang lain, implusif, bersemangat, energik, dan secara mencolok membutuhkan pengakuan social serta senang diperlakukan dengan kehangatan. Ia selalu mencoba mempengaruhi orang lain dengan sikap optimis, ramah, sambil memusatkan perhatian pada hasil positif, baik dalam lingkungan sosialnya maupun di tempat kerja. Lebih dari yang lain, kekaguman dan penerimaan orang disekitar sangat berarti baginya.

Dalam situasi kerja, pendekatan mereka terhadap pemecahan masalah berupa sikap memberikan dukungan, kepercayaan, mengandalkan naluri, menyelidik, namun menentramkan. Mereka menyukai situasi yang memberikan kesempatan untuk saling menggali gagasan dan berinteraksi dengan rekan kerja; menikmati keadaan yang bebas dari pengawasan, rincian, atau kerumitan;  senang menjadi sosok kunci dalam suatu tim yang akrab serta gemar melibatkan diri dalam proyek, kegiatan, dan peristiwa-peristiwa penting.

Tipe hubungan mantap

Individu dari tipe ini biasanya tenang, serba terukur, mudah bergaul, mudah diduga, dan sederhana. Dibanding dua tipe sebelumnya, mereka lebih menyukai gerak langkah yang mudah dan perlahan. Mereka menyukai kemantapan dan memiliki kecenderungan pada tindakan-tindakan berkelanjutan. Mereka memusatkan perhatian pada sikap yang membangun kepercayaan, dan mengincar hubungan pribadi jangka panjang. Sasaran mereka adalah mempertahankan lingkungan yang stabil, aman dan seimbang. Mereka menyenangkan dan mudah diajak bekerja sama, serta jarang menunjukkan emosi secara ekstrem seperti kemarahan ataupun kegembiraan yang berlebihan.

Tipe pemikir hati-hati

Pemikir hati-hati memiliki sejumlah kelebihan, di antaranya akurat, dapat diandalkan, mandiri, penuh perhatian dan panjang akal. Tipe ini menyukai privasi, agak tertutup baik dalam pikiran maupun perasaannya. Ia perenung, tertutup, penuh pertimbangan, serta dalam berbagai situasi selalu siap dengan pertanyaan ‘Mengapa’ dan ‘bagaimana’ kepada dirinya sendiri. Ia penemu, senang melihat sesuatu dengan cara baru, dan sering memliki pandangan uni, tidak senang mengambil resiko, suka menyendiri, tertutup dan tidak berperasaan.

Lingkungan bermotivasi

Bila gaya atasan dapat terjalin dengan baik dengan gaya bawahan-dengan komunikasi yang berjalan lancar-, motivasi dalam tingkatan yang lebih tinggi pun mungkin terjadi. Situasi motivasional merupakan hasil dari berbagai interaksi dalam sejumlah banyak variable, diantaranya kebutuhan ataupun tingkatan gairah seseorang, nilai insentif sasaran, harapan seseorang, ketersediaan respons yang memadai (yaitu perilaku yang diketahui), keberadaan konflik atau alasan yang saling bertentangan, dan tentu saja factor-faktor lain yang tidak disadari.

Model motivasi

Pakar teori manajemen telah mengembangkan sejumlah contoh (model) – yang satu lebih kompleks dari yang lain – untuk membantu memahami dan mengatur motivasi. Model berikut ini memberikan pandangan yang luas dari beberapa factor yang dapat dimanfaatkan oleh atasan dalam situasi pelatihan. Model tersebut menunjukkan sejumlah variable yang dapat menjelaskan motif karyawan di tempat kerja.

  1. 1. Model ekonomis rasional, yang dikemukakan oleh Taylor (1947) dan dapat dipertegas lagi oleh McGregor (1960) dengan teori X dan Y menyatakan bahwa pada dasarnya sejumlah besar manusia memaksa diri untu bekerja karena dorongan ekonomis dan sekaligus karena membutuhkan pengawasan manajemen secara konstan. Sementara itu, teori Y merumuskan bahwa manusia dapat memimpin diri sendiri dan bekerja secara kreatif di tempat kerja bila termotivasi dengan benar.
  2. 2. Model social yang dikemukakan oleh Mayo (1933) melalui eksperimen Hawthorne mengenali kebutuhan manusia akan sesuatu yang lain, kecuali ekonomi, dan menegaskan pentingnya kinerja kelompok.
  3. 3. Model aktualisasi diri mengungkapkan kebutuhan individual untu mengembangkan potensinya secara utuh (Argyris, 1957) serta mengenali perbedaan antara sikap dan perilaku. Teori McGregor mendalilkan bahwa manusia mampu memimpin diri sendiri dan menunjukkan kreativitas di tempat kerja bila termotivasi dengan benar. Sementara itu, teori ‘motivasi sehat’ Herzberg (1966) menyimpulkan bahwa manusia memiliki dua kategori kebutuhan yang berbeda, masing-masing terpisah satu dari yang lain, namun mempengaruhi perilaku dalam berbagai cara. Teori hierarki kebutuhan Maslow (1970) menunjukkan bahwa pada momen tertentu perilaku individual umumnya ditentukan oleh kebutuhan tertingginya.
  4. 4. Model kompleks (Schein, 1991) mengatakan bahwa dalam skala besar kebutuhan dan pembangkit motivasi manusia, respons individu dikuasai oleh sejumlah variable dalam waktu dan situasi yang berbeda-beda.

posted by : Dharmajaya Indonesia Communication

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s


%d bloggers like this: